MATERI AJAR BAHASA ARAB

KELAS 6 SD AL AZHAR 1 BANDAR LAMPUNG

HARI/TANGGAL      : Rabu, 25 Januari 2021

KELAS                        : VI

TEMA                         : BELAJAR BAHASA ARAB

SUB TEMA                 : اَلْوَاجِبُ الْمَنْزِلِيُّ

PELAJARAN KE        : Ketika

 

Ø Kompetensi Inti dan Kompetensi  Dasar

KI 1. menerima, menjalankan, dan menghargai ajaran agama yang dianutnya

      2. menunjukan prilaku jujur, disiplin, tanggungjawab, santun, peduli, dan percaya diri   dalam berinteraksi dengan keluarga, teman, guru, dan tetangganya serta cinta tanah air

KD 1.1 menerima bahwa kemampuan berbahasa merupakan anugrah Allah SWT

 1.2 termotifasi menggunakan kemampuan berbahasa untuk hal-hal yang baik sebagai wujud syukur atas anugrah Allah SWT

         1.3 meyakini bahwa bahasa arab adalah bahasa pengantar memahami ajaran islam.

 

¶ Materi

FI’IL, FA’IL, DAN MAF’UL BIH

Sebagaimana di awal, metode belajar bahasa Arab yang benar adalah Anda harus tahu arti dan maksud per kata yang sedang dibahas. Apa itu fi’il (فِعْلٌ), fa’il (فَاعِلٌ), dan maf’ul bih (مَفْعُولٌ بِهِ)?

Kalian  sudah tahu fi’il. Sekarang, apa itu fa’il dan maf’ul bih? Fa’il adalah SUBJEK dan maf’ul bih adalah OBJEK. Subjek adalah pelaku pekerjaan dan objek adalah yang dikenai pekerjaan. Contoh dalam bahasa Indonesia: Ahmad membaca Al-Qur’an. Ahmad sebagai subjek karena menjadi pelaku pekerjaan membaca, sedangkan Al-Qur’an menjadi objek yang dikenai pekerjaan membaca. Paham, kan? Berikut rumus umumnya:

فِعْلٌ, فَاعِلٌ,  مَفْعُولٌ بِهِ

Jadi sebuah kalimat tersusun dari fi’il, fa’il,  maf’ul bih. Tanda  menunjukkan maf’ul bih opsional (boleh ada dan boleh tidak). Ingat, dalam bahasa Arab, penulisan kata kerja didahulukan dari subjek.

CONTOH

1. (ذَهَبَ حَامِدٌ) ‘Hamid (telah) pergi’

2. (ذَهَبَتْ المُسْلِمَةُ) ‘Muslimah itu (telah) pergi’

3. (يَتَكَلَّمُ نُوْحٌ) ‘Nuh (sedang) berbicara’

4. (تُعَلِّمُ المُدَرِّسَةُ) ‘Bu guru itu (sedang) mengajar’

5. (نَصَرَ مَحْمُوْدٌ القِطَّ) ‘Mahmud menolong kucing’

6. (يَقْرَأُ صَالِحٌ الكِتَابَ) ‘Shalih membaca buku’

7. (كَتَبَ زَيْدٌ الرِّسَالَةَ) ‘Zaid menulis surat’

PENJELASAN

Jika kita perhatikan arti dari setiap contoh, maka kita dapatkan kalimatnya tersusun dari 2 atau 3 kata. Inilah maksud ± di dalam rumus, yakni maf’ul bih boleh ada dan boleh tidak. Jika kita perhatikan kata Hamid, Muslimah, Nuh, Bu Guru, Mahmud, Shalih, Zaid maka kita dapati semua menjadi subjek (pelaku pekerjaan), dan jika kita perhatikan harokat akhirnya adalah dhummah. Inilah yang disebut dengan marfu’’. Oleh karena itu, fa’il (subjek) hukumnya marfu’ (dhummah).

`           Jika kita perhatikan kata (القِطَّ) ‘kucing’, (الكِتَابَ) ‘buku’, dan (الرِّسَالَةَ) ‘surat’ maka kita dapati semua menjadi objek (yang dikenai pekerjaan), dan jika kita perhatikan harokat akhirnya adalah fathah. Inilah yang disebut dengan manshub. Oleh karena itu, maf’ul bih (objek) hukumnya manshub (fathah). Tambahan, fa’il boleh ditaruh setelah maf’ul bih tapi jarang digunakan.

Ringkasnya, setiap fa’il adalah marfu’ dan setiap maf’ul bih adalah manshub. Berikut ini adalah rumus penting:

Hukum Fa’il = Marfu’ = Dhummah/Dhummatain

Hukum Maf’ul Bih = Manshub = Fathah/Fathatain

Jika kita perhatikan kembali fi’il ada dua jenis, yaitu madhi dan mudhori’. Madhi adalah kata kerja lampau (telah) dan mudhori’ adalah kata kerja sekarang (sedang). Pada nomor 1 & 2 menggunakan fi’il madhi dan pada nomor 3 & 4 menggunakan fi’il mudhori’. Jika kita perhatikan dengan seksama, kita dapati bahwa fi’il madhi berubah saat fa’ilnya muannats (perempuan) yaitu berubah dengan tambahan (تْ) ‘ta sukun’. Inilah yang disebut ta ta’nits sakinah yaitu ta sukun yang menunjukkan perempuan. Juga, jika kita perhatikan, fi’il mudhori’ juga berubah saat fa’ilnya muannats, yaitu berubah dari ya menjadi ta. Ini artinya bentuk fi’il menyesuaikan jenis fa’il apakah ia mudzakkar (laki-laki) atau muannats (perempuan). Posisi fa’il dan maf’ul bih boleh saling ditukar, silahkan dianalisa saat menjawab soal.

Kesimpulannya, kalimat dalam bahasa Arab tersusun dari dua kata atau lebih yang dirumuskan fi’il fa’il ± maf’ul bih. Fi’il adalah kata kerja, fa’il adalah subjek, dan maf’ul bih adalah objek. Fi’il ada dua jenis, yaitu fi’il madhi (telah) dan fi’il mudhori’ (sedang). Fa’il hukumnya marfu’ (dhummah) sementara maf’ul bih hukumnya manshub (fathah). Bentuk fi’il menyesuaikan jenis fa’il dalam mudzakkar dan muannatas.

 

Tugas

Buatlah rangkuman materi diatas sesuai dengan pemahaman kalian masing-masing, silahkan kirim ke grup WhatsApp seperti biasa yaa anak hebat,, jazakallah